Posts

Showing posts with the label Kompasiana

Merenovasi Rumah Menjadi Rumah Hemat Energi, Air, dan Ramah Lingkungan

Image
Rumah kami dilapisi gabus atau Styropor untuk menghemat energi pemanas ruangan. Foto von iin.   Rumput yang hijau segar penyebab tagihan yang segar pula Dua puluh tahun lalu saat bapak mertua belum meninggal pernah terkaget-kaget menerima tagihan air ledeng yang lebih dari 1000 DM waktu itu atau lebih kurang 500 euro. Kalau dirupiahkan sekitar 8 juta rupiah.  Setelah diingat-ingat kembali ternyata saat musim panas dimana hampir tidak ada hujan, bapak mertua menyiram halaman rumah kami yang berupa hamparan rumput dengan air ledeng setiap hari. Tentu saja hasilnya halaman rumput kami hijau segar seluas 850 meter persegi, tidak kuning meranggas.  Orang Jerman bilang "Saftige Rassen, saftige Rechnungen". Kalau diterjemahkan bebas, rumput yang segar menyebabkan tagihan yang segar pula. Sejak itu kami kapok dan tidak lagi menyiram rumput kami meskipun tidak ada hujan dan rumput menjadi kuning meranggas, sedih memang, tetapi kami tidak mau membayar tagihan air yang tinggi...

ICT for Climate Change: Gunakan Robot

Image
Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp ROBOT, apa yang pertamakali ada di pikiran anda waktu mendengar kata ini ? Mesin yang kaku, bekerja terus menerus, dan tidak kenal lelah. Ada benarnya. Apa lagi ? Robot akan gantikan manusia.  Ya, itu yang banyak dibicarakan orang saat ini. Dalam dunia industri 1.0 hingga 2.0, peran manusia dalam dunia industri sangat besar, dan hampir tidak tergantikan. Tapi waktu masuk industri 3.0 beberapa tahun lalu, dan sekarang industri 4.0, maka peran robot yang akan lebih besar.  Mengapa ? Karena memang robot bisa bekerja secara konsisten, terus menerus, tidak kenal lelah, dan presisi, lebih tepat daripada manusia.    Lalu mengapa penggunaan robot justru bisa menekan perubahan iklim ? Karena robot akan menggantikan jutaan manusia yang bergerak dari rumahnya ke kantor dan pabrik setiap hari nya. Ya, bisa saja, ini salah satu faktornya. Pergerakan manusia dalam jumlah besar, dari satu tempat ke tempat lain memang menim...

ICT for Climate Change: Kerja Remote

 Salah satu cara untuk bisa menekan dan mendukung pencegahan perubahan iklim adalah bekerja secara remote. Dan bekerja secara remote ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi penggunaan bahan bakar untuk bekerja.  Rata-rata berapa lama anda menghabiskan waktu di kendaraan ? Kemungkinan 30-60 menit, terutama di kota-kota besar Indonesia. Belum lagi bila anda berpergian dari satu tempat ke tempat lain. Saya dulu ingat hingga ada 7 meeting sehari, di berbagai tempat, yang kebanyakan cafe dan mal. Sekarang ? Hanya satu minggu sekali. Apa yang berbeda ? Karena sekarang ini sebagian besar pekerjaannya dilakukan secara remote. Bagaimana memulainya? Memang tidak semua pekerjaan bisa dilakukan secara remote, tapi jenis pekerjaan yang sangat menggunakan komputer sangat mungkin dilakukan kerja secara remote.  Pertama, pastikan laptop dan komputer bisa digunakan dengan baik. Banyak yang menggunakan laptop seadanya, tapi jadinya menghambat kerja kita. Minimal anda harus menggunak...