Foto ilustrasi bahan bakar hidrogen.(DW INDONESIA) Bahan bakar nabati dan hidrogen hijau, diklaim lebih cocok untuk digunakan kendaraan berat dalam upaya mengurangi tingkat polusi udara di dunia. Hal tersebut karena lebih efektif dan efisien, dibanding menggunakan baterai listrik yang membutuhkan penyesuaian penggunaan karena keterbatasan jarak tempuh. Belum lagi ditambah durasi pengisian daya yang juga memakan waktu cukup lama, sementara mobilitas harus tinggi. Sehingga, kendaraan listrik yang bersumber pada energi terbarukan lebih cocok untuk kendaraan penumpang. Hal tersebut berdasarkan kajian Institute for Essential Service Reform (IESR), berjudul Deep decarbonization of Indonesia’s energy system. Bus listrik medium Inka E-Inobus(KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI) "Dominasi kendaraan listrik yang bersumber pada energi terbarukan akan mutlak pada 2050 terutama untuk kendaraan penumpang," kata Spesialis Bahan Bakar Bersih IESR, Julius Adiatma, Jumat (24/9/2021). Menuru...