Posts

Showing posts with the label energi baru terbarukan

ESDM: Harga Listrik dari EBT untuk Industri Lebih Murah

Image
Pemerintah menjanjikan perlakuan berbeda untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan memasok listrik industri, misalnya seperti di wilayah Kalimantan.   Pemerintah menyederhanakan proses pengadaan bisnis EBT untuk perluas kelistrikan. Pemerintah menjanjikan perlakuan berbeda untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang akan memasok listrik industri, misalnya seperti di wilayah Kalimantan. Rida Mulyana, Dirjen Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan pemerintah juga mendorong program renewable energy-based economic development (REBED) dan renewable energy-based industry development (REBID).  REBED adalah program penggunaan EBT untuk memacu perekonomian wilayah termasuk di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Sedangkan REBID adalah pengembangan potensi EBT yang terintegrasi dengan pengembangan industri. “Un...

Dorong EBT, Kemenperin Targetkan TKDN Industri Panel Surya 90 Persen Pada 2025

Image
Energi terbarukan dari panel surya.  Guna mendukung pengurangan emisi gas buang dan menciptakan lingkungan hijau, Pemerintah terus mendorong penggunaan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya mendukung realisasi bauran energi baru dan terbarukan (EBT) nasional, di antaranya terkait penggunaan energi pada pembangkit listrik. Upaya yang dilakukan antara lain dengan mendorong pengembangan industri panel surya nasional melalui roadmap (peta jalan) yang telah disusun hingga tahun 2025. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan upaya ini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia, baik dari sisi kemampuan industri maupun dari transfer teknologi yang sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau. "Guna mendukung pengembangan industri panel surya nasional, Kemenperin telah menyusun peta jalan dengan didukung berbagai kebijakan strategis. Di dalam roadmap-nya sudah mencakup pemetaa...

NDC: Energi Fosil Penyumbang Emisi Gas Rumah Kaca pada 2030

Image
Petugas mengecek instalasi di PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021). Pertamina menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2030 diantaranya melalui pemanfaatan energi rendah karbon dan efisiensi energi sebagai komitmen perseroan terhadap implementasi Environmental, Social and Governance (ESG). ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso  JAKARTA – Energi fosil akan menjadi penyumbang emisi terbesar pada 2030 hingga mencapai 58 persen berdasarkan dokumen Nationally Determined Contributions (NDC).  Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa langkah transformasional untuk bertransisi energi perlu dilakukan seiring dengan semakin kritisnya kenaikan suhu bumi.  Institute for Essential Service Reform menilai sistem energi terbarukan merupakan solusi yang tepat untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di masa mendatang. Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terbaru memprediksi bila negara di dunia tidak menerapkan langkah yang ambisius dala...